Minggu, 28 November 2010

Kemiskinan Gizi Akibat kurang Pengetahuan dan Teknologi




Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan memanfaatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan manusia. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari segala keterbatasannya. Teknologi adalah sebuah totalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi untuk memberikan tingkat perkembangan dalam setiap bidang aktivitas manusia. Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok.

Lantas apa kaitannya antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan ? kemiskinan adalah salah satu perang yang dihadapi oleh bangsa-bangsa didunia. Berbagai macam cara diupayakan agar tidak ada lagi kemiskinan. Dengan adanya ilmu pengetahuan ekonomi yang mempelajari tentang perekonomian dan teknologi maka diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan mengenai kemuiskinann yang terjadi hampir di setiap negara. Kasus ::

Lebih dari 80 persen kasus gizi buruk berkaitan dengan kemiskinan, ketidakmampuan keluarga, dan faktor lain seperti keadaan lingkungan yang jelek, penyediaan air bersih yang kurang, tingkat pemdidikan, dan pengetahuan orang tua yang relatif rendah.

Hal ini terlihat bahwa sejak krisis terjadi tahun 1997, keadaan gizi kurang hanya 17,68 persen, gizi buruk 0,52 persen, dan tahun 1998 menunjukkan lonjakan tinggi, yakni gizi kurang meningkat 7,07 persen menjadi 24,76 persen dan gizi buruk meningkat 1,34 persen menjadi 1,86 persen.

Dengan melihat kondisi itu, upaya pengentasan kasus gizi buruk harus dilakukan dengan penanganan yang lebih komprehensif dengan meningkatkan keterpaduan dan sinkronisasi dari sektor terkait. Keadaan kasus gizi buruk yang terjadi di Jateng pada tahun 2003 menunjukkan penurunan sebesar 0,55 persen dari 1,86 persen (1998) menjadi 1,31 persen. Perubahan yang terjadi pada kasus gizi buruk dari tahun ke tahun memang tidak sedrastis pada gizi kurang, meskipun demikian fluktuasinya menunjukkan kecenderungan yang terus menurun. Perkembangan keadaan status gizi masyarakat di jateng berangsur-angsur menunjukkan adanya perubahan yang mengarah pada keadaan lebih baik. Kondisi ini terlihat pada tahun 2003 yang status gizinya kurang sudah turun sebesar 12 persen dari sebanyak 24,76 persen menjadi 12,76 persen. Prevalensi gizi kurang khususnya pada balita yang dipantau melalui kegiatan pemantauan status gizi (PSG) pos pelayanan terpadu (posyandu) yang dilakukan secara rutin setiap tahun sekali menunjukkan penurunan signifikan. Solusi ::

Solusi dalam penyelesaian kemiskinan seperti contoh kasus diatas dapat diatasi apabila pengetahuan masyarakat tentang gizi lebih baik. Dan teknologi dalam penyelesaian kasus gaizi buruk ini dapat terealisasi.

sumber :: http://id.wikipedia.com, http://www.gizi.net
Continue Reading...

Sabtu, 27 November 2010

Masyarakat dan Kebudayaan Sunda


Sunda adalah salah satu suku yang terdapat di nusantara Indonesia dari berbagai macam suku yang ada misal, Suku jawa, Suku batak, dll. Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda.

Suku sunda memiliki berbagai macam budaya yang telah membaur dalam masyarakat sunda sehari-hari, salah satunya adalah Lalab.
Dalam budaya dan kehidupan masyarakat Sunda, lalab sudah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan sejak dahulu. Kalau dahulu lalab memiliki arti tersendiri dalam kehidupan tradisi di pedesaan, sekarang sudah merupakan bagian dari lingkungan kehidupan modern masyarakat kota. Lalab yang terdiri dari daun, pucuk, buah muda atau biji tanaman segar, sudah merupakan bagian dari program WHO “back to nature” atau makanan kaya serat, mineral dan vitamin untuk kesehatan dan kebugaran.

Lalab atau sayuran merupakan makanan berserat. Karenanya memakan lalab dan sayuran mentah akan banyak manfaatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh serta kehalusan dan keindahan kulit, terutama untuk kulit muka wanita. Kalau masyarakat Barat (khususnya Eropa dan Amerika) bangga terhadap makanan segar asal tanaman yang disebut salads, maka masyarakat Indonesia juga bangga dengan “lalab” khususnya bagi kalangan masyarakat Sunda.

Obat peningkat “gairah”, tidak selamanya harus berasal dari obat hasil pabrikan yang mengandung banyak unsur kimia. Dalam hal ini kalau terus menerus dikonsumsi akan mempunyai efek samping. Obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami seperti tanaman khususnya bagian dari tertentu yang berkhasiat sebagai obat dapat meningkatkan gairah.

Lalab “Tempo Doeloe”

Dari catatan lama tentang adat, kebiasaan dan tradisi orang Sunda, yang disebut lalab “tempo doeloe” umumnya berbentuk daun muda atau pucuk tanaman dari tumbuh-tumbuhan liar, baik yang ditemukan di hutan, sawah, kebun serta tempat-tempat lainnya. Jenis-jenis dari tanaman lalab tempo doeloe yang sekarang masih ada bahkan masih bisa dibeli atau didapatkan, serta jenis tanaman yang hanya tinggal kenangan merupakan masalah yang belum banyak dibicarakan. Misalnya saja antanan, gelang, gewor, godobos, jotang, jonge, sintrong dan senggang, saat ini masih bisa didapatkan di pedesaan. Walau dalam keadaan sudah langka, lalab tempo doeloe seperti bunut, jambu mede, jambu bol, koang, kosambi, kemang, kihapit, lampeni, mareme, putat dan sebagainya, kadang-kadang masih bisa ditemukan juga.

Lalab di Tempat Kondangan

Kehadiran lalab - sambal pada acara kondangan di Jawa Barat, sudah merupakan hal yang umum dan biasa. Misalnya untuk mengurangi peningkatan kadar kolesterol dalam darah yang diakibatkan makanan berlemak, dengan memakan lalab akan banyak menolong dalam menurunkan kadar lemak dalam darah. Tercatat lebih dari 10 jenis lalab yang umumnya ditemukan pada acara kondangan seperti kubis, buncis, ketimun, labu muda, paria, kacang panjang, imba (kedondong cina), daun ketela, terung, tespong dan surawung.

Lalab di Rumah Makan Sunda

Keberadaan rumah makan ke-Sunda-an ternyata bukan hanya di daerah Jawa Barat saja, tetapi sudah merambah ke daerah di luar Jawa Barat. Lalab sambal merupakan daya tarik yang khas pada rumah makan Sunda disamping pepes ikan, cobek ikan, ikan bakar dan sebagainya. Rasanya makanan kurang nikmat kalau didalam menunya tidak terhidang lalab dengan sambalnya. Beberapa jenis lalab yang sudah biasa dihidangkan adalah daun ketela pohon, jaat, jengkol, leunca, petai, seladah air, serawung, terung dan tespong.

Lalab dan Penyakit Masa Kini

Tanaman sejak pucuk, daun, bunga, buah, batang dan umbi mengandung zat gizi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Beberapa lalab yang berkhasiat untuk pencegahan dan penyakit adalah sebagai berikut:

  • Kencing manis/diabetes mellitus: bisa diobati dengan 3 jenis makanan/lalab, yaitu koneng gede, temulawak, jengkol dan petai.
  • Penyakit Maag: bisa diobati dengan kunyit (kunir atau koneng), caranya adalah dengan memarut kunyit, tambahkan air matang, disaring tambahkan sebutir kuning telur, dan diminum setiap hari setelah sarapan pagi.
  • Obat lemah syahwat dan awet muda: Dengan mencampur 5 buah kembang sirih kering ditambah sedikit merica dan ragi kue, digerus hingga hancur menjadi tepung.
  • Obat peningkat “gairah”: Kalau rutin memakan biji wijen, biji waluh/labu besar, ginseng, dikeringkan dan dibuat serbuk serta diseduh air akan bisa meningkatkan gairah.
  • Bau mulut dan badan: Dengan sering makan lalab daun beluntas atau meminum rebusan daun sirih.
Kebiasaan untuk menyajikan lalaban dalam berbagai acara dan jamuan merupakan salah satu kebiasaaan budaya sunda. Hal ini terasa sangat berbeda apabila kita melihat restoran pada jaman sekarang lebih menyajikan makanan dari luar yang bukan merupakan budaya indonesia lebih mendominasi.

Solusi ::


solusi untuk menjaga kelestarian budaya sunda di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari adalah dengan selalu membiasakan diri melakukan sesuatu berdasarkan adat yang biasa terjadi, dan biasakanlah untuk memperkenalkan budaya sunda kepada anak cucu agar budaya ini tidak hilang dimakan oleh jaman yang semakin memasuki era globalisasi.

sumber :: http://www.sundanet.com, http://id.wikipedia.org,
Continue Reading...

Trik Mencegah Ngemil di Malam Hari


Kebiasaan ngemil tengah malam potensial memicu kenaikan berat badan. Ini karena metabolisme tubuh menurun ketika malam hari. Makanan yang masuk tubuh tidak terbakar menjadi energi, tetapi tersimpan menjadi lemak.

Untuk menahan hasrat ngemil di malam hari, coba ikuti lima trik berikut ini :

  • Kenyangkan perut saat siang hari

Penuhi hasrat makan Anda saat siang hari hingga kenyang. Pilih makanan yang sehat dan bergizi, seperti salad, kacang-kacangan dan makanan berkalori rendah. Makanlah sedikit tetapi sering, karena akan membuat kenyang lebih lama. Jangan takut makan malam, hanya, kurangi jumlah karbohidratnya.

  • Sikat gigi

Mungkin terdengar aneh, tetapi trik ini cukup berhasil. Biasanya Anda akan malas untuk makan lagi setelah sikat gigi.

  • Hindari godaan

Hindari melewati jalan, tempat minimarket langganan. Saat di rumah, hindari juga melihat atau membuka lemari tempat menyimpan makanan. Dengan tidak melihat makanan, Anda bisa menahan hasrat ngemil.

  • Bergosip

Alihkan perhatian Anda dengan menelepon teman atau chatting. Bicarakan gosip-gosip seru, dengan begitu fokus perhatian Anda tidak pada makanan. Ini cukup efektif menekan hasrat untuk mencari camilan.

  • Tidur
Hindari tidur larut malam, karena membutuhkan energi. Akibatnya, tubuh membutuhkan makanan. Tidur tepat waktu dan jangan terlalu larut sehingga Anda tidak sibuk mencari makanan di tengah malam.

sumber :: http://id.news.yahoo.com
Continue Reading...

Minggu, 31 Oktober 2010

Penting Sosialisasi Menjauhi Narkoba Untuk Pemuda

Seperti kita ketahui, pemuda adalah salah satu identitas bangsa yang akan menjadi penerus dan generasi bangsa. Seperti pernah dikatakan oleh seorang filsuf, bahwa siapa yang menguasai pemuda maka ia bisa menguasai masa depan.
Pemuda atau biasa kita sebut remaja berkisaran mulai dari usia 15-21 tahun. Pada usia seperti itu pemuda/remaja masih berada dalam emosi yang tinggi dan keadaan yang labil, mereka masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk menemukan serta mengembangkan jati diri mereka dan cenderung memberontak. Maka dari itu pemuda /remaja berada pada usia yang rentan untuk mengikuti pergaulan disekitarnya. Bila tidak di arahkan maka akan berada pada jalan yang salah.
Pentingnya sosialisasi untuk menjauhi narkoba bagi pemuda adalah untuk memberitahukan kepada mereka baik buruknya hal tersebut. Karena dengan rasa ingin tahunya yang tinggi remaja tidak segan untuk mencoba merasakan apa itu yang disebut narkoba & pergaulan bebas.
Berikut adalah sebuah kisah tentang remaja yang terjebak narkoba dan tidak dapat disebutkan namanya :

"masa SMA adalah masa dimana seorang remaja baru mulai menghirup udara kebebasan, dimana rasa ingin tahu terhadap sesuatu sangat tinggi. Begitu juga yang dialami oleh X remaja pria berusia 16 tahun yang baru saja duduk dibangku SMA. Hobinya adalah bermain musik, tak lama masuk SMA dia ditawari oleh seniornya untuk itkut masuk kedalam band mereka. X berasal dari keluarga sederhana akan tetapi ayah & ibunya suka bertengkar.Bisa dibilang ia berasal dari keluarga yang broken home. Tapi ia berusaha untuk tidak perduli dengan permasakahan kedua orang tuanya, jika suasana hatinya sedang galau maka ia lebih baik pergi ngband dengan teman-teman bandnya. Hari-harinya banyak dilaluinya diluar rumah bersama teman-temannya yang kebanyakan seniornya disekolah. Suatu hari ketika pulang ngband, X menemui kedua orng tuanya yang sedang bertengkar hebat dirumah, tiba-tiba ayahnya memukul ibunya, X geram ketika melihat ibunya dipukul diapun ikut turut campur, tapi apa yang didapat ? ia malah mendapat pukulan keras dari ayahnya, X marah dan akhirnya kabur ke rumah teman sekelasnya yaitu E. Dirumah E dia menceritakan segala kejadian yang baru daja dialaminya. Tapi yang didapat malah E memberikannya sebuah pil yan gdibilangnya obat untuk menenangkan pikiran. Ternyata pil itu adalah ekstasi. Lepas dari hari itu X jadi kecanduan yang digunakannya bukan hanya ekstasi, tapi jg shabu dll. Sampai akhirnya ia sakit, dan begitu diperiksa ia terkena HIV. Begitu mendengar kabar tersebut, X merasa dunia runtuh dan hidup tak ada artinya lagi. Tapi keluarga dan teman-teman X terus mendukungnya untuk tetap semangat. "

Dapat diambil kesimpulan dari kisah diatas, bahwa keterjerumusan seorang anak bisa berasal dari beberapa faktor yang ada dilingkungan sekitarnya. Baik itu dari keluarga, teman-teman, maupun pribadi. Untuk itu sebagai orangtua alangkah lebih baik untuk dapat menuntun seorang anak tanpa terkesan mendikte si anak. Beri mereka imbauan untuk dapat memilih teman yang baik dan tidak terjerumus dengan pergaulan yang tidak baik. Berikan mereka petunjuk tentang buruknya penggunaan narkoba, ajak mereka seminar tentang Narkoba, sehingga mereka tahu bahwa narkoba bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan penyelesaian atas semua masalah.
Continue Reading...

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sosial Classes

Istilah kelas dalam sistem kedudukan masyarakat tidak selalu mempunyai arti yang sama. Ada beberapa kelas masyarakat yang memandang pengertian pelapisan sosial tersebut dari faktor uang, tanah, kekuasaan, dll. Tetapi ada juga yang melihatnya berdasarkan unsur ekonomis dan kehormatan,
Pada sebuah pelapisan sosial dan persamaan derajat dalam sebuah masyarakat, itu ada dua lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan terendah. Biasanya orang yang berada pada lapisan atas/derajatnya tinggi lebih dihargai oleh masyarakat dibanding dengan yang berada pada lapisan bawah/derajat rendah. Berikut adalah sebuah contoh kasus dari kejadian nyata tentang pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat :

" Di sebuah kawasan perumahan, ada sebuah keluarga A yang bisa dibilang berasal dari keluarga kurang mampu, karena dari segi ekonomis keluarga ini kurang berkecukupan, dilihat dari faktor pekerjaan Kepala keluarga hanya seorang supir pribadi, dan hanya menempati rumah sederhana, keluarga ini bisa dibilang berada pada lapisan bawah/derajat rendah, di lain tempat ada sebuah keluarga B yang bisa dibilang adalah keluarga berada, karena dilihat dari segi ekonomis keluarga tersebut serba berkecukupan, keluarga tersebut memiliki sebidang tanah yang cukup luas untuk dijadikan areal rumah kontrakan, kemudian jabatan Kepala keluarga di pekerjaannya cukup tinggi, yakni sebagai Direktur, dilihat dari semua faktor tersebut keluarga ini bisa dibilang sebagai keluarga yang berada pada lapisan atas dan berderajat tinggi, sehingga keluarga tersebut memiliki kekuasaan yang lebih besar dari keluarga A."

dari sini kita pasti memiliki pandangan bahwa keluarga B mungkin tidak akan menghormati bahkan mnghargai keluarga A karena berdasarkan derajat, keluarga B pasti merasa mereka lebih diatas keluarga A. Padahal dimata Allah semua manusia memiliki derajat yang sama, yang membedakan hanya seberapa besar mereka beriman kepada Tuhannya. Bagaimana solusi agar perbedaan lapisan dalam masyarakat kita ini bisa terhapuskan ? agak sulit memang, karena masyarakat akan selalu melihat keluarga yang berasal dari keluarga yang terhormat yang memiliki kekuasaan akan lebih dihargai. Padahal tidak semua keluarga pada lapisan bawah bukan keluarga terhormat, karena untuk mengukur seberapa terhormat sebuah keluarga adalah berasal dari keluarga itu sendiri. Yaitu dengan bagaimana sebuah keluarga dapat berperilaku sopan dan santun, toleransi, saling menghargai, dan menjaga akhlak serta norma yang berlaku dalam bermasyarakat dan beragama.
Continue Reading...

Rabu, 19 Mei 2010

Kesimpulan Implementasi Sistem Perpustakaan

Berikut adalah kesimpulan dari implementasi sistem peminjaman buku di perpustakaan pada postingan saya sebelumnya. Kesimpulannya adalah dalam membuat suatu sistem kita harus merencanakan segala sesuatunya, mulai dari anggaran sampai kebutuhan sumber daya manusianya. Selain itu kita juga harus melakukan uji coba sistem terhadap sistem yang kita buat, apakah sistem yang kita buat itu sudah sempurna untuk digunakan. Setelah serangkaian proses tersebut barulah sistem dapat kita terapkan.
Continue Reading...

Senin, 17 Mei 2010

JavaScript

Apa Sih Yang Dimaksud JavaScript ?
javaScript adalah bahasa scripting yang sangat populer yang dipakai di banyak browser. Kode JavaScript biasanya disisipkan di dalam HTML dengan menggunakan tag Script. Banyak orang mengira bahwa JavaScript sama dengan Java atau memiliki hubungan dengan bahasa pemrograman java. Padahal Java dan JavaScript sama sekali berbeda, Java lebih kompleks dibandingkan JavaScript. Kita dapat menjalankan JavaScript tanpa mengkompile JavaScript seperti yang kita lakukan di bahasa pemrograman lainnya. javaScript juga merupakan program yang tidak berlisensi, sehingga siapapun dapat menggunakannya.
Continue Reading...
 

Blogroll

Site Info

Text

discuss Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template